TRIBUANANEWS.COM | Lampung Utara - Pembangunan 1 Unit Sumur Bor Desa Papan Asri, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara disinyalir berbau kuropsi.
Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Pemdes Papan Asri telah membangun 1 unit Sumur bor, sumber dana dari Dana Desa tahap pertama, yang dikucurkan langsung dari Pemerintah Pusat, yang disebut dengan Program Dana Desa (DD), guna pemerataan peningkatan Sumber Daya Masyarakat (SDM) desa setempat.
Namun, sangat disayangkan, pembangunan 1unit sumur bor di RT 001 RK 004 Desa Papan Asri, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, disinyalir untuk mencari keuntungan, karena dipandang, tidak sesuai dengan anggaran yang di terapkan dalam pagu, Rp.36.215.500,-.
Informasi tersebut ddidapat awak mediaTribuananews dari warga yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (29/06/2021.
Lanjutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Papan Asri jika setiap ada kegiatan desa, jarang melibatkan warga desa setempat, selalu yang dihadirkan aparatur desa itu saja, serta Pejabat dari Kecamatan dan Dinas Instansi Terkait.
Anehnya lagi, Kepala Desa Papan Asri, Kasbi, sudah mengetahui bahwa di desanya ada Tokoh Masyarakat desa setempat, yang juga salah salah satu wartawan di media sosial, merasa tidak pernah diberi tau jika ada rapat di Kantor Desa, ataupun Kegiatan di kantor desa.
"Ada apa dibalik ini semua, ini bisa dianggap bahwa Pemdes tidak Transparans terhadap masyarakat setempat," ucap warga tersebut
Oleh sebab itu, sudah selayaknya Dinas PemberdayaanMasyarakat Desa (DPMD) dan Instansi terkait dibidang penyelenggara Pemdes, khususnya Inspektorat Kabupaten Lampung Utara agar dapat mungusut tuntas, terkait realisasi APBdes di tahun-tahun yang lalu maupun realisasi ADD-DD 2021 ini, guna tercapainya pembangunan desa yang berkualitas dan berdaya saing kedepannya.
Sampai berita ini ditayangkan, informasi dari warga tersebut belum mendapat tanggapan dari Kades, maupun intansi terkait. (*Elm)

