TRIBUANANEWS.COM | Aceh Timur - Banjir Bandang terjadi di Sungai Kanan Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2020 rontokkan jembatan Pulo Munta hingga terputus secara total akses Desa setempat ke ibu kota Kecamatan.
Jembatan Pulo Munta Dusun Pulo Munta Desa Rantau Panjang Simpang Jernih merupakan akses pengembangan kawasan strategis masyarakat terhadap akses perekonomian menuju ibu kota Kecamatan Simpang Jernih.
Menurut Hasanuddin alias Aman Timbang Tokoh Masyarakat Desa Rantau Panjang, jembatan tersebut menghubungkan antara Desa Rantau Panjang dengan Desa Pante Kera dan tembus ke pusat kota Kecamatan Simpang Jernih jalur darat.
"Jika jembatan Pulo Munta aktif kami sangat mudah mengeluarkan hasil pertanian dipasar Simpang Jernih, seperti hasil komodity Jagung, Ubi Kayu, Cabe, Kacang, serta sayur-sayuran dari ladang kami," ujar Aman Timbang kepada media Tribuananews.com, Sabtu (26/6).
Dengan terputusnya akses jalur darat menuju ibu kota Kecamatan, sambungnya Desa Rantau Panjang terisolir secara infra struktur dalam pengembangan ekonomi dan juga kepentingan administrasi Pemerintahan.
"Jalan satu-satunya yang dapat kami pergunakan jalur Sungai dengan transportasi Boat, bahkan menuju ibukota Kabupaten menggunakan transportasi air jalur Sungai hingga ke Pelabuhan Kota Kualasimpabg Aceh Tamiang," jelasnya.
Aman Timbang berharap kepada pihak Pemerintah Aceh, khususnya Aceh Timur agar memperhatikan kepentingan akses bagi masyarakat Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih agar mendapatkan kemudahan dalam pemberdayaan ekonomi dalam mensejahterakan keluarganya.
"Kami masyarakat Desa Rantau Panjang sedikit mendapatkan kemerdekaan dalam mengembangkan potensi Desa kami menuju kemakmuran dan kesejahteraan hidup serta mewujudkan cita-cita anak cucu kami kelak," harapnya.
Keuchik Desa Rantau Panjang Said Ridwan melalui media ini sangat berharap adanya perubahan dan kemudahan bagi masyarakat Desanya dalam berjuang meningkatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Desa Rantau Panjang dapat bernilai ekonomi.
"Disamping itu kami juga sangat membutuhkan akses dan kemudahan bagi generasi Desa kami meningkatkan dan memperdalam Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mudah, sehingga dapat membangun Desanya menuju Desa Mandiri sesuai harapan Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo," kata Said Ridwan.
Menurut Keuchik Desa Rantau Panjang Simpang Jernih tersebut, kepentingan utama bagi Desa Rantau Panjang adalah infra struktur yang memadai, sehingga dapat tercapainya faktor penghubung antar Desa hingga ke pusat Pemerintahan Kecamatan dan Kabupaten mudah diakses.
"Sebagai Keuchik yang dipercayakan masyarakat Desa Rantau Panjang, saya harus berjuang ekstra kuat guna mengakses peluang pembangunan bagi Desa kami dengan tidak menghilangkan hak-hak warga saya dari semua pihak," pintanya.
Ditempat terpisah, Azharsyah, Aktivis Pemerhati Pembangunan dan Kebijakan Publik kepada media Tribuananews.com mengatakan pembangunan kembali Pulo Munta Desa Rantau Panjang sangatlah penting dan urgen dibangun kembali demi kepentingan perekinomian masyarakat.
"Jembatan Pulo Munta tersebut sangat mempengaruhi pengembangan dan peningkatan ekonomi nasyarakat sektor Pertanian dan Perkebunan. Akses utama dan jalur lintas terdekat bagi masyarakat Desa Rantau Panjang menuju kawasan luar lingkaran terisolir," papar Azharsyah.*
Editor : Syahrudin AP


